Home » Aktifitas » “SEGO BENTHO”

“SEGO BENTHO”

Sego dalam bahasa jawa artinya Nasi, sedangkan “Bentho” mengambil gambaran kondisi nasi yang dipakai hajatan tersebut. Hal unik dapat dijumpai di daerah Kragan-Rembang. Wabil khususnya Kragan, Karang Harjo, Karang Lincak, Karang Anyar, Kebloran, akan kita jumpai yang namanya “Nasi Bentho”.

Pada bulan Ruwah atau disebut juga Sya’ban, adat budaya jawa sering melakukan kegiatan doa para leluhur yang disertai hajatan secara bersama. Dengan menghadirkan Nasi beserta lauknya, lalu dilakukan doa bersama, yang sebelumnya dibacakan surotul yasin/tahlil.

Sampai saat ini baru saya menjumpai dengan dua metode budaya jawa didalam Khurmat kepada para leluhur, yakni “Sadranan” dan “Ruwahan”. Sadranan ini bisa kita jumpai pada pasyarakat jawa seputaran Solo Boyolali Jogja dan sekitarnya, sedangkan Ruwahan sering kita jumpai pada masyarakat pesisir utara. Seperti Rembang, Lasem, Kragan.

Pada masyarakat Kragan dikenal adanya sebutan nama “Nasi Bentho”. Julukan ini diberikan pada nasi yang sudah di antar kesana kemari kepada sanak saudara, setelah didoakan untuk khurmat/kintun du’a kepada leluhur. Dengan adanya budaya nasi bentho ini, selain sebagai kegiatan khurmat kepada ahlil qubur, juga sebagai nilai keakraban menjalin persaudaraan pada masyarakat. Pada musim ruwahan seperti ini, satu rumah akan mendapatkan lebih dari satu bungkus nasi yang telah diantar oleh sanak saudara.

Red: Shodiq.net

Facebook Comments